Rabu, 10 Agustus 2011

besaran dan satuan


Besaran Dan Satuan
Besaran adalah suatu pernyatan fisika yang mempunyai  nilai dan besaran dinyatakan dalam satuan tertentu.
Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan mempunyai nilai yang dinyatakan dengan angka .
Satuan adalah sesuatu yang dapat berfungsi sebagai pembandingan dalam pengukuran.

Besaran digolongkan menjadi 2 bagian yaitu:
Besaran
Pembagian berdasarkan penatapan satuan
-          Besaran pokok
-          Besaran turunan
Pembagian berdasarkan ada tidaknya rah
-          Besaran Skalar
-          Besaran Vektor

B. Besaran pokok dan besaran turunan
1. Besaran pokok
    Besaran yang satuanya telah ditetapakan terlebih dahulu /tidak diturunkan dari besaran yang lain. Didalam sistem Internasional (SI) dikenal 7 besaran poko yaitu:
Tabel besaran pokok, satuan dan dimensinya.
Besaran Pokok
Satuan
Lambing
Dimensi
Panjang
Meter
M
[L]
Massa
Kilogram
Kg
[M]
Waktu
Sekon
S
[T]
Suhu
Kelvin
K
[ ]
Kuat arus Listrik
Ampera
A
[I]
Intensitas Cahaya
Candalo
Cd
[J]
Jumlah Zat
Mol
Mol
[N]

Untuk menuliskan satuan yang lebih besar/ lebih kecil dari satuan Si maka digunakan kelipatan 10 dari satuan dasar, yaitu dengan cara menambahkan awalan tabel. Awalan satuan SI
Kelipatan
Bilangan
Awalan
Lambang
1018
1.000.000.000.000.000.000
Eksa
E
1013
1.000.000.000.000.000
Pata
P
1012
1.000.000.000.000
Tara
T
109
1.000.000.000
Giga
G
106
1.00.000
Mega
M
103
1.000
Kilo
K
103
0,001
Mili
M
106
0,000001
Mikro
M
109
0,000 000 001
Nano
N
1012
0,000 000 000 001
Piko
P
1013
0,000 000 000 000 001
Fanto
F
1018
0,000 000 000 000 000 001
Alto
A
2. Besaran Turunan
    Besaran turunan adalah besaran yang di turunkan atau di jabakan dari besaran pokok contoh: besaran turunan dapat dilihat pada tabel berikut ini besaran turunan, satuan dan dimensinya .
Besaran turunan
Rumus
Dimensi
Satuan
Luas
Panjang x Lebar
[L]2
M2
Volume
PxLxT
[L]3
M3
Masa jenis
Masa
volume















Besaran skalor dan besaran veketor
  1. Besaran skalor
Besaran yang hanya memiliki besaran/nilai saja,dan tidak memiliki arah.
Contoh: masa, waktu, energy, daya
  1. Besaran vektor
Besaran yang memiliki nilai dan arah.
Contoh: gaya, kecepatan, momentum, tekanan.
Penulisan vektor disimbolkan dengan V atau V.
Besaran vektor disimbolkan anak panah menyefakan besaran vektor dan arah panah menyatakan arah vektor.

  1. Gerak
1.      Pengertian gerak
Gerak adalah perubahan kedudukan (posisi) suatu benola terhadap titik acuan tertentu.
2.      Macam-macam gerak
a.       Gerak relatif
Gerak bersifat relative, yaitu bergantung pada titik acuan yang digunakan.
b.      Gerak sebenarnya (nyata)
Gerak sebenarnya adalah gerak benda yang ditinjau dari acuan diam dan benar-benar berubah kedudukan.
Contoh: Bus benar-benar bergerak tehadap terminal .
c.       Gerak semu
Gerak semu adalah gerak suatu benda yang diam tetapi tampak seolah-olah bergerak.
Contoh: Matahari yang terlihat seolah-olah bergerak dari timur ke barat, padahal yang sebenarnya bergerak adalah bumi yang berotasi.
3.      Jarak dan perpindahan
a.       Jarak
Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh suatu benda dalam selang waktu tertentu.
b.      Perpindahan
Perpindahan adalah perubahan kedudukan (posisi) suatu benda dalam suatu selang waktu tertentu, sehingga hanya ditin jau dari kedudukan awal dan akhir.

  1. Gerak lurus
Gerak suatu benda yang lintasanya berupa garis lurus.
Macam gerak lurus:
1.      Gerak lurus beraturan (GLB)
Gerak yang lintasnya berupa garis lurus dan kecepatannya tetap.
Pada gerak lurus beraturan berlaku persamaan: S=VxT

  1. Gerak jatuh bebas
Gerak suatu benda dijatukan diketinggian tanpa kecepatan awal (vo=0) dan selama geraknya mengalami percepatan tetapi yaitu percepatan garfik(g=10m/s2)
a.       Gerak vertikal kebawah
Gerakan vertikal kebawah merupakan GLBB dengan percepatan

  1. Gaya
1.      Pengertian gaya
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang akan mempercepat atau meperlambat gerak suatu benda.
Ilmu yang mempelajari gaya yang memengaruhi gerak suaru benda disebut dinamika.
Sir Isaac Newton (1642-1729) adalah salah satua ilmuan inggris mendalami dinamika, dengan mengemukakan tiga hokum newton.
a.       Hukum 1 Newton.
Hukum 1 Newton berbunyi: jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol maka benda yang mula-mula diam akan tetapi diam dan benda yang mula-mula bergerak kan terus bergerak dengan kecepatan tetap.
b.      Hukum II Newton
Hukum II Newton berbunyi: percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang berkerja pada suatu benda sebanding dengan resultan gaya, searah dengan resultan gaya, dan berbanding terbalik dengan masa benda.
Perbedan masa dan berat

No
Massa
Berat
  1.  
Masa adalah ukuran banyak zat yang di kandang oleh suatu benda.
Berat adalah gravitasi
Yang bekerja pada suatu benda.
  1.  
Disemua tempat harganya sama.
Harganya tidka tetap, tergantung harga di tenmpat tersebut.
  1.  
Merupakan besaran saklar.
Merupakan besaran vektor.
  1.  
Dapat diukur dengan neraca O’hauss
Dapat diukur dengan neraca pegas

c.       Hukum III Newton
Hukum III New ton berbunyi: jika benda 1 mengerjakan gaya aksi pada benda- benda, maka benda 2 akan mengerjakan gaya aksi pada benda 1, yang besarnya sama tapi arahnya berlawan, atau setiap aksi ada suatu reaksi yang sama besar tetapi berlawan arah.

2.      Gaya gesekan
Bila dua benda dalam keadan bersentuhan maka akan timbul gaya kontak yang berarah sejajar bidang sentuh disebut gaya gesek.
a.       Gaya gesek statik
Adalah gaya gesek antara 2 permukan benda yang saling diam terhadap benda lain.
b.      Gaya gesekan kinetic
Adalah gaya gesekan antara 2 permukan benda yang salingdiam terhadap benda lain.
  1. Gerakan translasi
Apabila benda yang berada diatas bidang datang diberi dorongan/ gaya yang cukup kuat, maka benda itu akan bergeser. Benda yang bergeser tesebut melakukan gerak lurus, maka berlaku hokum III Newton yang dituliskan dengan pesaman berikut .
∑F= m×a
Keterangan
F          = gaya (N)
M         = massa (Kg)
A         = perecepatan(m/s2)

  1. Gerak rotasi
Benda yang beroratis ditandai dengan gerakannya menempuh lintasan berbentuk lingkaran. Garis lurus pada bidang lingkaran disebut poros putaran.
1.      Posisi sudut
Sudut roda yang telah berputar 0 yang menempuh jarak s.
  1. Micromaters scrun
Digunakan untuk mengukur ketebalan suara plat titpis dan mengukur dimensi luar suatu benda yang sangat pendek/kecil seperti diameter kawat atau ketebalan kertas.
2.      Pengukur masa
Masa suatu benda dapat diukur dengan menggunakan neraca berbagai macam neraca antara lain.
a.       Neraca pasar/neraca meja
b.      Neraca sama lengan
c.       Neraca o’hauss
3.      Pengukuran waktu
Besaran waktu dapat dapat diukur dengan menggunakan
a.       Jam tangan/ arloji
b.      Stopwatch
  1. Gerak melingkar
1.      Pengertian gerak melingkar
Gerak melingkar beraturan (GMB) adalah gerak suatu benda menempuh suatu lintasan melingkar dengan kecepatan tetap.
a.       Periode dan frekuenis
Periode gerak melingkar adalah selang waktu yang diperlukan oleh suatu benda untuk melakukan satu kali putaran (melingkar). Banyak putaran yang dapat dilakukan oleh benda itu dalam selang waktu 1 sekon disebut frekuensi.
b.      Kelanjuan liniar
Jika sebuah benda melakukan satu kali putaran selama waktu dan panjang lintasanya, maka kelajauan linier dari gerak melingkar beraturan.
c.       Kecepatan sudut
Kecepatan sudut adalah besar busur yang dilewati suatu waktu
d.      Hubungan v dan w
Hubungan antara kelajun linier dan kecepatan sudut
e.       Percepatan sentripetal
Percepatan yang selalu tegak lurus terhadap kecepatan liniernya dan mengarah kepusat lingkaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar